Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Batang, IDN Times - Sebanyak 32 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mendapat hukuman karena tidak mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2019 lalu. Mereka dihukum baris-berbaris dan membersihkan got oleh Bupati Batang Wihaji.

"Zaman lahirnya Pancasila para pahlawan berperang mempertaruhkan jiwa dan raga untuk membela bangsa. Kita ASN digaji negara tapi hanya diminta upacara Hari Lahir Pancasila saja tidak hadir. Saya buktikan mereka yang tidak hadir mendapatkan sangsi sesuai dengan aturan," kata Wihaji, Jumat (14/6)

 

1. Hukuman berlaku untuk apel dan upacara-upacara lainnya

Twitter.com/@humasjateng

Wihaji menambahkan sebagai ASN dituntut dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, sehingga seharusnya wajib mengindahkan serta menaati peraturan yang berlaku. Untuk jenis hukuman, diserahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batang.

"Hukuman indispliner  ini sebagai efek jera. Kalau yang melayani saja nggampangke (menyepelekan) apalagi yang dilayani. Jangan sampai kita zalim terhadap masyarakat," imbuhnya.

2. Tidak ikut upacara karena salah formasi

Twitter.com/@kodim0736batang

Seorang ASN yang menerima sanksi, Suroso mengaku dirinya tidak ikut upacara lantaran adanya salah informasi. Selama menjadi ASN di DPPKAD Kabupaten Batang, dia tidak pernah absen dalam upacara atau apel tanpa alasan.

"Ada informasi surat perintah untuk mengikuti upacara. Karena surat perintah tersebut mengalami revisi dua kali. Surat pertama upacara hanya diberlakukan oleh Kasi dan Kabid, tapi ada perubahan atau revisi, untuk mengikuti semuanya. Saya tidak tahu dan mohon maaf, saya salah," ujar Suroso.

3. Hukum baris berbaris dan membersihkan got

Twitter.com/@provjateng

Berdasarkan data BKD Kabupaten Batang, sebanyak 22 ASN dari 32 ASN tidak mengikuti upacara, harus menjalani hukuman. Mereka yang tidak hadir tanpa keterangan dihukum baris berbaris dan membersihkan got.

"10 ASN sisanya alasan sakit. Ada juga yang ikut upacara tapi tidak absen. Namun sudah memberikan bukti foto, dan ada juga karena tugas dinas mengaspal jalan," terang Kepala BKD Kabupaten Batang, Supardi.

Editorial Team