Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Soal Kuliner Daging Anjing di Solo, Ini Solusi Dari Wali Kota

IDN Times/Larasati Rey
IDN Times/Larasati Rey

Solo, IDN Times – Adanya instruksi dari  Gubernur  Jawa Tengah, Ganjar Pranowo soal pembuatan aturan Pemerintah Daerah (Perda) mengenai konsumsi daging anjing, terutama di wilayah Solo Raya ditangapi oleh Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Wali Kota mengaku belum mendapat instruksi pembuatan Perda dari Gubernur Jawa Tengah untuk mengurangi konsumsi daging anjing di Kota Solo. Kendati demikian, Wali Kota berusaha akan mencarikan solusi terkait kuliner daging anjing di Kota Solo.

1. Wali Kota mengaku belum mendapat instruksi dari Gubernur

IDN Times / Larasati Rey
IDN Times / Larasati Rey

Menanggapi adanya instruksi Gubernur Jawa Tengah yang meminta kepada pemerintah daerah di Solo Raya untuk membuat aturan terkait regulasi yang mengatur daging anjing. Pria yang kerap disapa Rudy tersebut belum menerima instruksi tertulis mengenai pembuatan perda larangan konsumsi daging anjing. 

"Kita mau melarang mereka itu mau menggunakan aturan apa. Kita juga tidak punya kalau bicara masalah pecinta hewan itu pun kita juga tidak bisa langsung. Seperti itu karena sebelum ada aturan dan sebagainya itu saya belum lahir itu sudah ada," ujar Rudy saat ditemui Rabu (4/12).

Meski demikan, Rudy akan menindak lanjuti saran dari Gubernur Jawa Tengah tersebut. Rudy juga mengaku pembuatan Perda belum tentu menjadi solusi, ia lebih memilih untuk mencarikan solusi yang riil untuk keberlangsungan hidup para pedagang kuliner anjing, daripada membuat Perda.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dog Meet Free Indonesia (DMFI) yang bertemu Ganjar hari Selasa lalu (4/12). Di Solo saja menurut DMFI tercatat ada 82 warung yang menyajikan olahan daging anjing sedangkan di Solo Raya ada 100 warung lebih.

2.Lakukan pendekatan ke pedagang

Foto ilustrasi (IDN Times / Larasati Rey)
Foto ilustrasi (IDN Times / Larasati Rey)

Lebih lanjut, Rudy berjanji akan melakukan pendekatan kepada para pedagang kuliner daging anjing di Kota Solo. Rudy akan diajak berkumpul dalam sebuah forum bersama dengan pecinta anjing untuk mencari solusi bersama.

"Dinas Peternakan sudah kita minta untuk mendata. Nanti kita akan koordinasi dengan pedagang, mungkin per kecamatan atau semuanya. Kita undang, kita ajak berpikir bersama, mencari solusi," ungkapnya.

“Persoalan itu tanpa muncul persoalan baru jadi kita carikan solusi ketika duduk bareng pasti mau kok,” imbuhnya.

Dalam setiap bulannya tercatat 13.700 anjing dikonsumsi oleh masyrakat yang tersebar di wilayah Solo Raya.

3.Carikan mata pencaharian lain

IDN Times / Larasati Rey
IDN Times / Larasati Rey

Rudy  mengatakan, pemberian ganti rugi kepada pedagang kuliner daging anjing seperti sate guk guk dan rica guk guk bukanlah solusi yang tepat. Ia menyebutkan solusi ganti rugi hanyalah solusi jangka pendek yang tidak menyelesaikan masalah.

Rudy mengaku, pemerintah berusaha mencarikan penganti mata pencaharian selain berdagang daging anjing. Ia mengaku solusi tersebut justru akan bertahan lama, dan bisa mengurangi pedagang kuliner daging anjing di Kota Solo.

“Kalau cuma ganti rugi ya sudah selesai sejak kemarin, namun kalau hanya ganti rugi ditutup dikasih ganti rugi kan hanya sekejap, namun jangka panjangnya kan kerja apa itu yang harus dipikirkan,” ujar Wali Kota Solo.

Share
Topics
Editorial Team
Larasati Rey
EditorLarasati Rey
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Solo Mengadakan Acara dalam Rangka HUT Kota

23 Jan 2026, 12:37 WIBNews