Seorang Ibu di Cilacap Terjun ke Sungai Sambil Gendong Bayinya

Cilacap, IDN Times -Seorang ibu muda, Septiana Prihapsari, 31, nekat terjun ke Sungai Serayu dari sebuah jembatan di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (27/4) sekitar pukul 10.00. Septiana terjun sambil menggendong bayi laki-lakinya yang masih berusia empat bulan.
Jasad Septiana ditemukan sekitar 2 kilometer dari jembatan pada Sabtu petang, sedangkan si bayi, Yunus Permana, belum ditemukan. Sampai Minggu (28/4) malam Tim SAR masih berusaha mencari anak korban.
2. Terjun dari jembatan sambil menggendong bayi

Menurut beberapa warga, sebelum terjun ke sungai Septiana terlihat turun dari bus di sekitar jembatan. Dia kemudian berjalan kaki sambil menggendong bayi menuju pinggir jembatan. Tidak berapa lama, Septiana tiba-tiba melompat ke sungai.
Basarnas Pos SAR Cilacap yang mendapatkan informasi langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian. Setelah sekitar lima jam melakukan penyisiran sungai dengan perahu karet, Tim SAR akhirnya menemukan jasad Septiana di sekitar jembatan tempatnya terjun.
“Karena hari gelap, kami menghentikan pencarian satu korban lainnya yang masih bayi. Mulai pagi tadi sampai sore kami kembali menyusuri lokasi. Kalau hari ini belum ketemu ya dilanjutkan besok pagi,” kata Kepala Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono saat dihubungi IDN Times, Minggu (28/4).
2. Septiana mengalami sindrom baby blues

Ayah Septiana, Kustiono, mengaku tidak mengetahui pasti mengapa anaknya terjun ke sungai. Menurut dia, sebelumnya tidak ada masalah antara korban baik dengan keluarga maupun suaminya. Namun, Kustinono mengakui Septiana berkelakuan aneh setelah melahirkan Yunus.
“Dia gak mau merawat, memandikan, dan menyusui bayinya. Pernah diperiksakan ke dokter, katanya anak saya mengalami sindrom baby blues. Tapi setelah diobati dia mulai mau menyusui anaknya,” ujarnya.
3. Pernikahan Septiana yang kedua

Septiana diketahui menikah dua kali. Dia bercerai pada pernikahan pertama dan mempunyai seorang anak yang sekarang berusia 8 tahun. Dari suaminya yang kedua, Septiana dikarunia anak yang baru berusia 4 bulan.
Saat kejadian, Setiana pergi bersama bayinya tanpa pamit. Keluarga mengira ibu muda itu pergi ke pasar. Selama ini, Septiana memang sering mengajak anaknya pergi-pergi. Dia bahkan pernah tidak pulang selama dua hari. Namun, saat ditanya Septiana hanya diam.
“Saat hamil dia terlihat lebih pendiam dan jarang keluar rumah. Setelah melahirkan, dia tambah aneh lagi. Padahal tidak ada masalah apa-apa dengan keluarga. Mudah-mudahan saja Yunus bisa ditemukan. Semoga ada keajaiban dari Tuhan,” ujar salah satu keluarga korban, Ikhsan Juwadi.
