Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sebanyak 4.253 Jiwa di Kudus Belum Rekam E-KTP, Terkendala Blangko
IDN Times/Aji

Kudus, IDN Times - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mencatat masih ada 4.253 warga di Kudus yang belum melakukan perekaman e-KTP. Jumlah itu jika dipresentasikan ada 0,67 persen jiwa yang belum melakukan perekaman dari 636.221 warga di Kudus wajib rekam e-KTP. 

1. Dorong masyarakat agar datang lakukan perekaman e-KTP

IDN Times/Aji

Sekretaris Dukcapil Kudus Putut Winarno mengungkapkan, hingga saat ini masih ada 4.253 jiwa yang melalukan perekaman e-KTP. Oleh karena itu dirinya mendorong agar masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP untuk melakukan perekaman.

"Yang belum sekitar 0,67 persen," kata dia, Senin (13/1). Jumlah penduduk di Kudus, kata dia 857.415. Dari jumlah itu wajib KTP 636.221 (74, 20 %).

Untuk yang sudah rekam 631.968 (99, 33 %), sedangkan belum rekam 4.253 (0, 67 %).

2. Ketersediaan blangko e-KTP belum bisa penuhi kebutuhan

dispendukcapil.surakarta.go.id

"Untuk yang cetak Suket 131.361, sudah rekam foto tapi belum masuk ada 303,"jelasnya.

Putut menjelaskan bahwa stok blangko e-KTP di Kudus masih kosong. Rencananya baru hari ini, untuk mengambil blangko e-KTP. Itu pun jumlahnya belum diketahui secara pasti.

"Jumlahnya tergantung dari pemerintah pusat," beber dia.

Untuk jumlah ketersediaan, kata dia tidak memadai dengan jumlah kebutuhan blangko e-KTP. Sebelumnya, Dukcapil Kudus bulan Oktober mendapatkan 2.000 keping. Kemudian bulan Desember mendapatkan 500 keping blangko e-KTP .

"Jumlah itu pun masih terbilang kurang. Mengingat kebutuhan blangko di Kudus sangat banyak ," terang dia.

3. Berikan kemudahan pelayanan e-KTP bagi masyarakat

Ilustrasi E-KTP (IDN Times/Dokumen)

Meskipun demikian, dirinya melakukan inovasi untuk mempermudah pelayanan e-KTP bagi masyarakat. Pelayanan telah diupayakan Dukcapil Kudus.
Seperti, dengan program jemput bola hingga ada desa satelit.

"Harapannya pelayanan mempermudahkan bagi masyarakat. Terutama pelayanan e-KTP," jelasnya.

Editorial Team

Related Article