Menurutnya program Kartu Tani memberikan manfaat tersendiri bagi petani di tiap daerah. Sebab, petani diuntungkan dengan pembayaran klaim Kartu Tani yang sudah ditanggung oleh pemerintah provinsi maupun pusat.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Kartu Tani yang diberikan kepada para petani juga bersumber pada dua pembiayaan. Yang pertama, katanya dari APBN pemerintah pusat. Sedangkan yang kedua dari APBD Pemprov Jateng.
Program Kartu Tani yang bersumber dari APBN menargetkan pembiayaan bisa dilakukan untuk cakupan lahan pertanian seluas 173 ribu hektar. Untuk alokasi dari APBD mencakup lahan seluas 44 ribu hektar.
"Jadinya total lahan pertanian yang dibackup dari program Kartu Tani seluruhnya seluas 213 ribu hektar," ungkapnya.
Saat ini jumlah petani yang terdata di 35 kabupaten/kota mencapai 3,5 juta orang. Pihaknya mengaku yang sudah memegang Kartu Tani jumlahnya sudah cukup banyak.
"Jumlah petani yang ikut asuransi Kartu Tani sudah banyak banget kok. Tapi memang beda-beda jumlahnya (yang dicairkan) karena kita hitungnya per petak lahan," cetusnya.