IDN Times/Fariz Fardianto
Ia menyatakan, selama ini Pekerja Seks Komersial (PSK) Sunan Kuning merasa ketar-ketir dengan kebijakan Pemkot itu. Sebab, banyak orang yang masih menggantungkan hidupnya pada perputaran roda bisnis di tempat tersebut.
Meski begitu, Hendi menganggap penutupan Sunan Kuning bakal jadi pilihan yang tepat agar Semarang bebas dari praktik prostitusi.
"Anak asuh yang ada di sini belum siap untuk diambil keputusan menutup SK. Mereka merasa masih happy tinggal di tempat ini. Tapi kebijakan pasti ada plus minus. Tidak usah didiskusikan lagi. Kita harus tutup buku, harus ada lembaran baru buat Sunan Kuning," terangnya.