Pihaknya mengatakan, dengan adanya kasus suap yang merebak saat ini, sebaiknya peran jaksa dan hakim dikembalikan seperti semula sembari mempersempit ruang gerak mereka saat menggelar perkara.
Ia berpendapat bahwa aksi suap yang melibatkan jaksa maupun hakim timbul akibat perilaku yang serakah dan rakus. Padahal, menurutnya dilihat dari segi penghasilannya, kedua profesi tersebut memiliki gaji yang cukup tinggi.
"Hakim dan jaksa kan dari ukuran gaji sudah bagus. Tapi memang godaan terbesar mereka karena kepengin dapat uang lebih banyak. Makanya, opsi terbaik buat mengatasi masalah ini ke depan yaitu kinerja mereka harus dievaluasi total. Ini juga jadi warning bagi jajaran pengadilan agar hati-hati menjalankan tugasnya," terangnya.