Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasca-Ledakan Gudang Brimob, Masih Ada 24 Bahan Peledak yang Aktif

Kota Semarang
Share Article

Semarang, IDN Times – Pasca ledakan gudang milik Satbrimob di Srondol Banyumanik, aparat Polda Jateng masih berupaya melakukan proses disposal alias pemusnahan bahan peledak yang masih tersisa di tempat tersebut.

  1. 1. Ada 40 bahan peledak yang tersimpan di gudang Satbrimob

    ANTARA FOTO/R. Rekotomo
    ANTARA FOTO/R. Rekotomo

    Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyatakan di gudang Satbrimob selama ini tersimpan 40 bahan peledak. Akan tetapi dengan adanya kejadian ledakan pada Sabtu pekan lalu, membuat pihaknya harus memusnahkan seluruh bahan peledak.

    Rycko menjelaskan, saat ini baru 16 buah yang berhasil dijinakkan. "Masih ada 24 jenis bahan peledak yang belum didisposal. Total 40 baru didisposal 16, jadi tim olah TKP belum bisa masuk dimungkinkan belum aman," tuturnya saat ditemui di markasnya, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (18/9).

  2. 2. Sebagian bahan peledak dijinakan tim Jibom di Ungaran

    Google Map
    Google Map

    Ia menegaskan, proses penjinakan bahan peledak kini dikerjakan tim Jibom Polda di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. Tim Jibom, katanya, melakukan proses peledakan dengan media bomb basket di lokasi yang steril agar aman dari insiden di lingkungan warga sekitar.

  3. 3. Masih ada sisa bahan peledak yang belum diangkat

    IDN Times/Dhana Kencana
    IDN Times/Dhana Kencana

    Rycko mengaku belum mengetahui pemicu ledakan gudang milik Satbrimob. Pihaknya masih menunggu lokasinya aman dari potensi ledakan sebelum melanjutkan pendalaman proses penyelidikan.

    "Sampai saat ini sisa bahan peledak di dalam masih belum diangkat," paparnya.

    Pihaknya menyatakan total kerusakan rumah warga akibat ledakan gudang Satbrimob mencapai 44 rumah. Polda tengah mengebut perbaikan rumah warga yang rusak hingga saat ini. Kerusakan rumah warga bervariasi. Ada yang kacanya pecah, lalu ada pula eternit dan temboknya retak-retak.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More