Pexels/Public Domain Picture
Saat menjelang perayaan 1 Suro atau 1 Muharam misalnya, ia telah bersiaga penuh untuk menekan potensi karhutla yang disebabkan perilaku masyarakat saat pendakian gunung.
"Karena biasanya 1 Suro itu banyak warga naik gunung untuk mencari tempat terpencil, maka kita berusaha mencegah penggunaan alat-alat yang berbahan plastik. Kita larang warga jangan buat api unggun. Tapi karena ada cuaca ekstrem ditambah lagi terdapat orang merokok dan dilempar begitu saja, jadinya timbul kebakaran. Ini karena yang terbakar kemarin itu kebanyakan hutan rakyat dan lahan yang loaksinya tidak terlalu tinggi. Titik apinya ya dari putung rokok," ungkapnya.
Temuan karhutla lainnya berada di lereng Gunung Sumbing. Teguh menyatakan di Gunung Slamet juga terdapat kejadian serupa. Meski begitu, lahan dan hutan yang terbakar berskala kecil sekitar 1,5 sampai 2,5 hektare.
Sejauh ini pihaknya masih menghitung total kerugian yang diakibatkan karhutla sepanjang 2019. "Sementara belum diinventarisasi kerugiannya. Hanya saja yang kebakaran di Merbabu kerugian lahannya ditaksir mencapai Rp300 juta," urainya.