Mampir di SMAN 3 Semarang, Menlu Retno Santap Nasi Badak Sambel

Semarang, IDN Times - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengunjungi kota kelahirannya di Semarang, Jawa Tengah. Kunjungannya dalam rangkaian kegiatan Festival Diplomasi (DiploFest) 2019 yang digelar, 29-30 Agustus 2019.
Di sela-sela padatnya jadwal acara, Retno menyempatkan diri untuk mengunjungi SMA Negeri 3 Semarang.
1. Jalan kaki ke SMA-nya dulu

Retno menyempatkan diri untuk mampir menyambangi SMA Negeri 3 Semarang, sebelum mengikuti rangkaian acara DiploFest 2019. Ia bersama rombongan berjalan kaki dari hotel menuju sekolah yang berada di kawasan Jalan Pemuda Semarang.
Di sekolah tersebut, Retno mengenyam pendidikan menengah atas. Ia berhasil lulus pada tahun 1981.
"Tadi sebelum ke sini (Undip) pagi-pagi jalan dari hotel ke SMA 3, bertemu kepala sekolah, guru-guru yang dulu mendidik saya, teman se-angkatan, dan anak-anak," kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi memulai acara Talkshow #MenluRetno sebagai rangkaian kegiatan Diplomatic Festival (DiploFest) 2019 di Gedung Prof Soedharto, Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (30/8).
2. Rasanya tidak pudar sejak dulu sampai sekarang

Retno mengatakan, ia juga sempat mengunjungi kantin sekolah tersebut dan menikmati makanan yang menjadi favoritnya semasa sekolah. Yaitu nasi badak sambel, yang kenikmatannya masih sama sejak dulu.
"Kantin SMAN 3 yang paling terkenal adalah badak sambel. Nasi badak sambel dan ternyata masih enak juga sampai sekarang," ucapnya disambut riuh ratusan mahasiswa dan tamu undangan yang memadati acara talkshow tersebut.
3. Sudah bercita-cita sebagai seorang diplomat

Retno berkisah, usai lulus SMA pada tahun 1981 dirinya memang sudah bercita-cita ingin menjadi seorang diplomat. Ia pun langsung melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada, mengambil jurusan Hubungan Internasional.
"Pada saat saya lulus (tahun) 81, Undip tidak atau belum memiliki jurusan Hubungan Internasional. Maka saya mencari universitas yang paling dekat dengan kota Semarang, yang punya jurusan Hubungan Internasional. Saya ke UGM Yogyakarta," terang Retno yang saat ini tinggal di kawasan Manyaran Semarang.
4. Bangga dan terhormat karena Semarang

Retno menambahkan, dalam acara Talkshow #MenluRetno, menjadi sebuah kehormatan baginya, bisa memberikan public lecture atau kuliah umum di kota kelahirannya, di Semarang. Ia juga bangga sebab kota Semarang melahirkan banyak orang-orang hebat untuk Indonesia, termasuk para diplomatnya.
"Untuk diplomat saja, jumlahnya dari Semarang cukup banyak. Baik yang baru saja bergabung atau sudah mencapai titik tertinggi sebagai seorang dubes," paparnya.
5. Tidak canggung lesehan bersama

Selama acara, beberapa kali Retno terlihat santai duduk lesehan bersama para mahasiswa. Ada juga mahasiswa yang menyempatkan diri untuk berfoto bersama.
Retno ingin, adanya Diplofest 2019 dapat membumikan semua ilmu mengenai diplomasi, dalam berdiplomasi dan politik luar negeri Indonesia.
"Masyarakat dapat menerima ilmu yang dimiliki oleh diplomat tersebut, dan bisa memahami betapa rumitnya dan pelaksanaan dari sebuah politik luar negeri,"
DiploFest 2019 digelar di Semarang, Jawa Tengah, 29-30 Agustus 2019. Acara yang digagas Kementerian Luar Negeri tersebut menggandeng berbagai pihak. Di antaranya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah perguruan tinggi (PT).
















