Pemerintah Kota Pemkot Tegal gunakan aspal campuran sampah plastik untuk memperbaiki jalan yang rusak. IDN Times/Haikal Adithya
Sementara itu, Direktur Inaplas Edy Rivai menjelaskan, pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan campuran aspal, sudah digunakan di 34 lokasi yang tersebar di Indonesia. Dalam penggunaannya, Edy telah bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dari hasil riset Kementerian PUPR, kekuatan jalan yang menggunakan aspal campuran sampah plastik meningkat 42 persen. Dengan demikian, biaya perawatan menjadi lebih murah, lebih efisien dan lingkungan menjadi lebih baik.
“Kita sudah berkolaborasi dengan Kementerian PUPR. Untuk sementara ini, sudah diterapkan di 34 lokasi dengan membangun 22 kilometer jalan,” tegasnya.
Dengan adanya kerjasama antara Inplas dengan Pemkot Tegal, akan banyak sampah plastik di Kota Tegal yang akan diolah menjadi aspal, sehingga mengurangi beban lingkungan dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).