Semarang, IDN Times - Pada kehidupan sehari-hari, terutama bertetangga di tengah masyarakat, acap kali mendapati hewan ternak orang lain memasuki pekarangan orang lain. Seperti halnya ayam peliharaan atau hewan unggas lainnya.
Umumnya para tetangga masih menoleransi akan akibat yang ditimbulkan dari berkeliarannya ayam atau unggas tersebut, selagi tidak menimbulkan kerusakan yang cukup berarti.
Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, www.nu.or.id, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur, Ustadz Muhammad Syamsudin menjelaskan bila hanya mengotori lantai sebagian tetangga cenderung masih cukup sabar dan akan membersihkannya, tanpa membuat keributan yang tidak perlu dengan tetangga lain.
