Efek lainnya dari kejadian itu membuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) setempat ikut menanggung kerugian besar. Frans mengkalkulasikan total kerugian yang dialami saat ini telah mencapai belasan miliar rupiah.
"Kerugiannya dua hari terakhir saya estimasikan mencapai belasan miliar. Malahan bisa menembus angka puluhan juga. Kan industri-industri tetap beroperasi walau dalam skala kecil karena pas masuk hari libur kerja," cetusnya.
Frans memperkirakan hanya industri manufaktur yang relatif tetap aman. Ini disebabkan rata-rata pabrik manufaktur berada di area yang tidak terlalu banyak terkena dampak pemadaman.
"Saya gak dapat tuh info dari teman-teman yang punya usaha manufaktur di Solo Raya, Pati dan Semarang yang kena dampak pemadaman. Artinya mereka kan aman-aman aja. Apalagi manufaktur ini kalau Minggu cuma melakukan pemanasan mesin-mesinnya aja," terangnya.