Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dapat Suntikan Dana Rp5,2 T, Kemenaker Gencarkan Pelatihan Bagi Ratusan Ribu Pekerja

IDN Times/Fariz Fardianto
IDN Times/Fariz Fardianto

Semarang, IDN Times - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) telah mengalokasikan dana mencapai Rp5,2 triliun untuk menggencarkan kegiatan pelatihan dan pengembangan program kerja di setiap BLK pada 2020 nanti.

1. Program pelatihan menyasar 270 pekerja dan 200 ribuan orang yang butuh pelatihan mandiri

IDN Times/Fariz Fardianto
IDN Times/Fariz Fardianto

Anggaran sebesar itu nantinya juga dipakai untuk meningkatkan keterampilan para lulusan SMA/SMK dan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Pada 2020 mendatang, anggaran pelatihan dan pengembangan program kerja yang kita alokasikan untuk BLK mencapai Rp5,2 triliun dan dengan menggunakan dana tersebut, kita juga akan bekali pelatihan buat 270 ribu orang tenaga kerja dan 200 ribuan orang yang butuh pelatihan kewirausahaan secara mandiri," kata Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas), Kemenaker, Bambang Satrio Lelono, Selasa (26/11).

2. Dana triliunan juga dipakai untuk bangun gedung baru di BLK

ANTARA FOTO/Rahmad
ANTARA FOTO/Rahmad

Selain itu, Bambang menjelaskan suntikan dana segar dari APBN itu bakal dimanfaatkan untuk menggarap pembangunan gedung-gedung baru di BLK yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Pihaknya menyatakan saat ini terdapat 230 UPTD BLK provinsi yang berdiri di berbagai kabupaten/kota. Hingga saat ini pihaknya pun sudah mengeluarkan sertifikasi bagi 260 ribu orang dalam berbagai pelatihan yang dilakukan di BLK. 

3. Dirjen Binalattas: Industri fesyen mampu hasilkan produk terlaris di bidang e-commerce

IDN Times/Fariz Fardianto
IDN Times/Fariz Fardianto

Ia menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin berat, pihaknya menginginkan industri fesyen di Indonesia harus memiliki ciri khas tersendiri. Hal ini karena industri fesyen telah menempati posisi tiga besar sebagai penyumbang devisa bagi bangsa Indonesia.

"Industri fesyen yang ada sekarang telah mampu menyumbang devisa sebesar Rp122 triliun bagi pemerintah. Malahan di era sekarang, jadi produk terlaris di bidang e-commerce. Makanya, industri fesyen jadi peluang kerja yang sangat menjanjikan setiap tahun, karena kita harapkan ke depan industri ini akan menyumbang devisa yang lebih besar lagi," cetusnya.

Share
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Solo Mengadakan Acara dalam Rangka HUT Kota

23 Jan 2026, 12:37 WIBNews