Salatiga, IDN Times - Gara-gara keterbatasan armada truk tangki, saat ini pasokan air bersih ke empat lokasi di Salatiga, tersendat.
Pihak PDAM Salatiga beralasan saat ini hanya memiliki dua armada dengan kapasitas angkut maksimal 4.000 meter.

Salatiga, IDN Times - Gara-gara keterbatasan armada truk tangki, saat ini pasokan air bersih ke empat lokasi di Salatiga, tersendat.
Pihak PDAM Salatiga beralasan saat ini hanya memiliki dua armada dengan kapasitas angkut maksimal 4.000 meter.
Kabag Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Dharma Salatiga, Surya Adji Pamungkas menyatakan hingga hari ini, Senin (4/11), petugasnya masih berkeliling ke setiap kecamatan untuk memasok kebutuhan air bersih.
Permintaan air bersih, ungkapnya datang dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai ormas, para aktivis LSM dan ada juga dari organisasi mahasiswa.
"Sampai November sudah ada permintaan air bersih sampai 400 kali. Itu baru dari Satpol PP belum dari yang lainnya," terangnya.
Pihaknya menyampaikan walau hujan sudah tiba, tetapi hingga saat ini permintaan air bersih masih cukup banyak. Saban hari, ia bilang petugasnya melakukan dropping air delapan kali.
"Karena keterbatasan armada tersebut, kami akui distribusi air ke masyarakat yang membutuhkan bantuan dropping air menjadi terkendala. Kami minta juga bersabar," tambahnya.
Surya menjelaskan daerah endemik kekeringan di wilayahnya berada di empat lokasi. Masing-masing Randuacir, Tetep, Randuares, dan sebagian Sidomukti.
Diakuinya kini idealnya sudah harus menambah jumlah truk tangki. Dengan begitu, diharapkan bantuan air bisa datang tepat waktu, dan merata.
Untuk menanggulangi kekeringan yang masih terjadi, Surya sedang mengupayakan pembuatan sumur bor. "Saat ini masih mencari tempat yang cocok buat sumur bor," sambungnya.
Saat dikonfirmasi, Kades Kumpulrejo, Eska Bayu Sukmawan mengatakan hampir seluruh dusunnya kini masih kekeringan.
Sementara ini terdapat sekitar 500 keluarga yang bergantung pada dropping air. Warga yang kekurangan air tersebar di Randuares, Salib Putih, dan Ngronggo.