Pihaknya menyatakan, para pedagang daging anjing kerap berlaku sadis saat berburu anjing di sejumlah tempat. Diakuinya bahwa dirinya pernah melihat seorang pedagang yang nekat menyembelih anjing dalam kondisi sakit-sakitan.
Tak cuma itu saja, ujarnya terdapat pula pedagang yang cuek menjual daging anjing yang didapat dari sembarang tempat.
"Bahkan, saya pergoki dengan mata sendiri ada penjual di sekitar Stadion Diponegoro yang daganganya didapat dari anjing yang kena kudisan. Ini kan sudah sangat berbahaya kalau dikonsumsi. Jalan satu-satunya ya saya rasa pemerintah harus menerbitkan aturan yang tegas untuk memberangus para pedagang daging anjing ini," bebernya.
Ia menjelaskan anjing sejatinya bukanlah binatang yang layak dikonsumsi. Karena selain proses penyembelihannya yang terlampau sadis, menurutnya anjing juga rawan terkena rabies.
Sebaran daging anjing di Semarang, katanya kebanyakan dipasok dari Jawa Barat. Ia menyayangkan kepada para pedagang yang masih nekat menjual daging anjing dengan kondisi yang memprihatinkan.