Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Aktivis Pergoki Pedagang Jual Daging Anjing Kudisan di Semarang
instagram.com/animals.hilarious

Semarang, IDN Times - Penjualan daging anjing terbukti masih marak dilakukan para pedagang di sejumlah daerah di Jawa Tengah

Di Semarang saja, para pegiat yang tergabung dalam Dog Meat Free Indonesia (DMFI) menemukan 11 warung yang masih eksis menjual masakan dari bahan baku daging anjing.

 

1. Penjual daging anjing ada di 11 warung di Semarang

Foto ilustrasi (IDN Times / Larasati Rey)

Koordinator DMFI Semarang, Handojo mengungkapkan sebaran penjual daging anjing berada di dekat Stadion Diponegoro, Jalan Barito, kawasan Tanah Putih, Lokalisasi Sunan Kuning dan sisanya di dekat Goa Kerep Ambarawa dan satu di Ungaran.

"Kalau dijumlah, ada 11 warung sengsu atau rica-rica berbahan daging anjing. Untuk tempat pembantaiannya ada di Pundak Payung Banyumanik," katanya saat berbincang dengan IDN Times, Kamis (5/12).

2. Para pedagang sering menyembelih anjing dalam kondisi sakit

vetstreet.com

Pihaknya menyatakan, para pedagang daging anjing kerap berlaku sadis saat berburu anjing di sejumlah tempat. Diakuinya bahwa dirinya pernah melihat seorang pedagang yang nekat menyembelih anjing dalam kondisi sakit-sakitan.

Tak cuma itu saja, ujarnya terdapat pula pedagang yang cuek menjual daging anjing yang didapat dari sembarang tempat. 

"Bahkan, saya pergoki dengan mata sendiri ada penjual di sekitar Stadion Diponegoro yang daganganya didapat dari anjing yang kena kudisan. Ini kan sudah sangat berbahaya kalau dikonsumsi. Jalan satu-satunya ya saya rasa pemerintah harus menerbitkan aturan yang tegas untuk memberangus para pedagang daging anjing ini," bebernya.

Ia menjelaskan anjing sejatinya bukanlah binatang yang layak dikonsumsi. Karena selain proses penyembelihannya yang terlampau sadis, menurutnya anjing juga rawan terkena rabies.

Sebaran daging anjing di Semarang, katanya kebanyakan dipasok dari Jawa Barat. Ia menyayangkan kepada para pedagang yang masih nekat menjual daging anjing dengan kondisi yang memprihatinkan.

3. Dinkes: Makan daging anjing bisa terjangkit penyakit menular

IDN Times/Wayan Antara

Sedangkan, Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo menyampaikan orang yang kerap memakan daging anjing, biasanya berpotensi mengalami gangguan kesehatan. "Kan anjing tidak layak dimakan. Itu malah bisa menimbulkan antraks, leptosirosis dan penyakit menular lainnya. Jadi, jangan lagi dikonsumsi," tegasnya.

Pihaknya berharap tidak ada rabies yang mewabah di Jateng. Dalam waktu dekat ia akan melibatkan dinas peternakan dan dinas pertanian untuk mendeteksi sebaran rabies di beberapa daerah.

Editorial Team