Video itu beredar sejak beberapa hari lalu, pasca gemparnya pemberitaan tentang akan adanya gempa dan tsunami melanda kawasan pesisir Jawa, termasuk di Cilacap, Jawa Tengah.
BPBD Kabupaten Cilacap menyatakan bahwa foto atau video tersebut merupakan fenomena yang biasa dan rutin terjadi di perairan Cilacap. Namun dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk memperkeruh suasana.
"Foto video itu merupakan pemandangan yang biasa bila dilihat dari Pusdikpassus (Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus) di Cilacap. Sayangnya telah dimanfaatkan oknum seolah-olah sebagai tanda akan datangnya tsunami, diawali dengan surutnya air laut," kata Kepala BPBD Cilacap, Tri Komara secara khusus kepada IDN Times, Selasa (23/7).
Tri Komara pun secara tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong atau hoaks.