Balai Benih Ikan di Kudus Dua Bulan Tak Bisa Produksi Lele dan Nila

1. Kondisi cuaca yang panas pengaruhi kualitas tubuh ikan

Kepala Unit Pelaksana teknis daerah (UPTD) Balai Benih Pertanian dan Perikanan Kabupaten Kudus Abdullah Muttaqin mengatakan, produtivitas ikan lela dan ikan nila dua bulan terakhir ini menurun.
Bahkan selama dua bulan terakhir pihaknya sama sekali tidak bisa memproduksi dua jenis ikan tersebut.
“Kemarau ini berdampak pada produktivitas telur ikan nila dan lele. Meskipun bisa menelur namun tidak bisa menetas. Sehingga dua bulan terakhir ini tidak bisa memproduksi sama sekali,” ujarnya saat ditemui di BBI Hadipolo Kudus, Senin (30/9/2019).
Menurutnya, cuaca yang panas pada kemarau ini menjadikan produktivitas ikan lele dan ikan nila menurun. Telur lele dan nila disebutnya tidak bisa menetas dengan kondisi panas panjang.
Dengan kondisi kemarau dan cuaca yang panas seperti sekarang, kata dia berpengaruh pada konidisi tubuh ikan.
“Padahal pada biasanya perekor bisa memproduksi ribuan benih kan. Ini tidak sama sekali,” keluhnya.
2. Cari bibit ikan lele dan nila ke balai ikan wilayah lainnya

Lebih lanjut kata dia, saat ini di BBI Hadipolo ada ratusan ikan. Baik ikan nila dan ikan lele. Untuk jenis ikan nila, berupa jenis ikan Nila Larasati. Sedangkan jenis ikan lele, adalah jenis ikan Lele Sangkuriang.
Untuk mendapatkan benih kedua ikan tersebut, pihaknya harus mencari di balai ikan di wilayah lainnya. Harga bibit ikan nila dikisaran Rp 100 ribu, sedangkan untuk bibit ikan lele harganya Rp 125 ribu.
“Untuk bibit ikan lele ini usianya sudah kisaran 5 tahunan,” ujar Abdullah Muttaqin.
3. Berharap segera datang musim hujan

Kata dia akibat cuaca yang panas karena kemarau ikan lele dan ikan nila dua bulan terakhir tidak lagi mempunyai stok. Karena persediaan kedua ikan tersebut sedang kosong. Padahal, sudah banyak pembeli yang memesan.
“Ini dua pekan terakhir baru bisa menetas. Mudah-mudahan nanti segera turun hujan. Sehingga banyak yang telur ikan yang menetas,” kata Abdullah Muttaqin
Padahal, lanjut di hari biasanya ratusan ikan lele dan ikan nila bisa terjual dari BBI Hadipolo. Menurutnya, untuk harga ikan nila larasati dipatok dengan harga Rp 100 ribu, sedangkan untuk ikan nila dipatok Rp 125 ribu.
“Untuk nila yang siap jual itu ukuran 5 sampai dengan 7 cm. Sedangkan ikan lele ukuran yang siap jual itu ukurannya 5-7 cm,” jelasnya.
4. Begini kualitas ikan nila larasati dan ikan lele sangkuriang.

Ditambahkan Muttaqin, kedua ikan yang berada di BBI Hadipolo memiliki kualitas yang tak kalah dengan ikan lainnya. Apalagi, benih ikan yang didapatkan lebih unggul dibandingkan dengan ikan di lele dan ikan nila di pasaran.
Untuk ikan nila, kata dia dagingnya lebih tebal. Kemudian lebih enak dan gurih. “Sedangkan untuk yang ikan lele, dagignya juga lebih tebal dan lebih enak. Apalagi,ini pencari ikan ini biasanya pembibit-pembibit yang sudah memiliki keperceyaan kepada kami,” ucapnya.
















