Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Atasi Kebakaran Hutan, BPBD Pinjam Alat Water Bombing ke Penerbad

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

Boyolali, IDN Times – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah dalam waktu dekat bakal meminjam peralatan water bombing kepada personel Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi semakin masif di sejumlah kabupaten/kota.

1. Peminjaman alat water bombing untuk menekan biaya yang mahal

Heli water bombing lakukan pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Heli water bombing lakukan pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto mengungkapkan, peminjaman alat water bombing merupakan upaya untuk menekan biaya operasional. Sebab, pengoperasian water bombing sekali jalan membutuhkan dana segar ratusan juta rupiah.

Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait yang punya alat water bombing tersebut.

"Sekali terbang sejam habisnya biaya ratusan juta. Karena sekarang water bombing BNPB masih difokuskan buat memadamkan api di Kalimantan, jadi kita nanti pinjam ke Penerbad," ungkapnya saat dikontak IDN Times, pada Kamis (19/9).

2. Titik api terbanyak saat ini muncul di Merbabu

Pihaknya menyatakan, titik api terbanyak berada di Merbabu. Sebab, kebakaran hutan telah merembet ke daerah Ampel Boyolali dan sudah menerjang hutan cemara. Kobaran api yang meluas di lereng Merbabu diduga kuat disebabkan adanya tumpahan minyak di lokasi kejadian.

Selain itu, lokasi kebakaran juga muncul di satu titik Desa Nganggrong Kecamatan Gladagsari, Boyolali. "Kalau dari citra satelit Balai Taman Merbabu, ada satu titik kebakaran terpantau di Nganggrong, Gladagsari, yang jaraknya lebih kurang 5 kilometer," cetusnya.

Sudaryanto memperkirakan total luasan lahan dan hutan yang terbakar selama kemarau panjang tahun ini mencapai 500 hektare lebih.

3. Pemadaman terhambat bunga api yang menjalar ke pepohonan

news.trust.org
news.trust.org

Diakuinya bahwa medan yang berat ditambah banyaknya bunga api yang merambat ke atas pepohonan menyulitkan petugasnya untuk melakukan pemadaman.

"Tapi angin kan kencangnya luar biasa, jadi mungkin ada bara yang belum benar-benar padam, membesar lagi," akunya.

Menurutnya terdapat sejumlah desa di Jateng yang terdampak karhutla. Salah satunya membuat pipa mata air Sipendok hangus terbakar sehingga membuat warga sulit mendapat pasokan air bersih.

Kerusakan pipa, katanya sepanjang tiga kilometer. Oleh karenanya, ia meminta para relawan meningkatkan koordinasi dengan aparat TNI/Polri untuk mencegah kebakaran meluas ke lahan lainnya. "Semoga warga juga turut membantu pemadaman api," tandasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Solo Mengadakan Acara dalam Rangka HUT Kota

23 Jan 2026, 12:37 WIBNews